Thursday, June 24, 2010

Mau Bisnis Bimbel????

Bimbel tidak semata bisa dikatakan sebagai tempat mendulang rupiah. Di dalam bimbel tersirat idealisme untuk mencerdaskan anak bangsa. Jadi, bimbel harus dikelola oleh orang-orang yang concern dan benar-benar peduli dengan dunia pendidikan, agar nantinya bimbel tidak hanya murni berorientasi pada profit. Bila ini terjadi, maka konsepnya akan mendekati sekolah, dengan target mendapatkan siswa sebanyak-banyaknya. 

Lembaga bimbingan belajar (bimbel) saat ini menjadi pilihan yang banyak didatangi para pelajar. Mereka tak hanya menambah ilmu di tempat bimbel menjelang pelaksanaan Ujian Semester dan Ujian Nasional (UN), tetapi juga pada hari-hari biasa.

Bimbel sebenarnya hadir untuk mendukung sekolah dan diharapkan bisa berperan besar dalam mengangkat prestasi siswa. Jika pendidikan di sekolah dilakukan dengan cara yang cepat dan umumnya dengan jumlah siswa yang banyak, maka di bimbel materi-materi pelajaran diajarkan kepada siswa dengan pendekatan yang lebih personal. Dengan kelas yang umumnya hanya diikuti sedikit siswa, kegiatan belajar mengajar dirasa semakin efektif hasilnya.

Kondisi lni tentu saja memacu tumbuhnya tempat bimbel. Tak mengherankan Jika sarana belajar informal itu kini muncul di sejumlah tempat. Mereka menawarkan berbagai program, mulai program lolos UN, masuk perguruan tinggi ternama, hingga sekolah ke luar negeri.

Namun masih sangat sedikit bimbel yang membidik pendidikan tingkat dasar, --dalam hal ini pelajar SD--, sebagai target pasar mereka. Padahal sepertimana kita ketahui, di bangku SD inilah dasar pengetahuan dan keterampilan  mulai diajarkan. Yang nantinya akan menjadi pondasi awal setiap ilmu pengetahuan yang mereka pelajari. 

Tentu saja, ini menjadikan pendidikan tingkat dasar sebagai segment pasar yang sangat luas. Dan kami melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang bisnis yang sangat baik dan bisa kita manfaatkan secara optimal. Dan hal itu bisa kita capai tentu saja dengan sistem dan program pembelajaran yang terarah.

Sunday, June 6, 2010

Matematika Itu Menyenangkan

Matematika merupakan ilmu universal yg mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu, dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasai oleh perkembangan matematika. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di msa depan diperlukan penguasaan matematika yg kuat sejak dini.

Tujuan pembelajaran matematika adalah agar peserta didik memiliki kemampuan, pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, serta pemecahan masalah. Kemampuan pemahamana konsep dapat terlihat dari kemampuan menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien, dan tepat. Kemampuan penalaran dan komunikasi dapat terlihat dari kemampuan melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, dan mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Kemampuan pemecahan masalah dapat terlihat dari kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model matematika, dan menafsirkan solusi yg diperoleh.

Namun pada kenyataannya, kita sering mendengar statement berikut :
1. Matematika itu Sulit
2. Matematika itu Menyebalkan
3. Matematika itu Bikin Pusing

Terlepas dari itu semua, sebenarnya Matematika bisa dibikin mudah, bisa juga dibikin sulit, tergantung siapa yang mau mengerjakannya. Soal sulit bisa dibuat mudah dan sebaliknya. Menurut kami, ketrampilan mengerjakan soal Matematika bukan karena bakat, tetapi lebih pada seberapa sering kita berlatih. Kalau kita sering merngerjakan soal-soal, pasti kita bisa mengatakan bahwa Matematika tidak sesulit yang kita bayangkan. Persoalannya adalah apakah kita mau berlatih atau tidak.